Category Archives: DBA

DATA CONECTIVITY

DATA CONECTIVITY

Database Connectivity merupakan sebuah fasilitas komputer yang memungkinkan server client untuk berkomunikasi dengan  database server pengguna lain. Database management system (DBMS) menyediakan fasilitas untuk menyimpan, mengorganisir, dan mengambil data.

Hal yang perlu diperhatikan dalam Database Connectivity:
– Knowing the business, not only technology
– Centralized or Distributed
– Thin client or fat client
– Database gateway
– Network Trafic
– Database design
– New technology (XML, Java, etc)
– Webbase or dekstop
DBA Tools :
– Modeling & design
– Change management
– Table Editor
– Performance management
– Backup and recovery
– PT warehouse BI
– Programing & development
– Miscellaneous
Elemen – elemen dalam Database Connectivity
Database adalah repositori dimana data disimpan untuk perusahaan. Java EE mengakses aplikasi database relasional melalui API JDBC. Untuk prosedur administrasi. JDBC Connection Pool adalah sekelompok koneksi dapat digunakan kembali untuk database tertentu untuk prosedur administrasi.
Pooling Connection
Koneksi database yang terbatas dan mahal dapat memakan waktu yang tidak proposional dan lama untuk menciptakan relatif terhadap operasi yang dilakukan pada mereka. Hal ini sangat tidak efisien untuk sebuah aplikasi untuk membuat menutup koneksi database jika perlu untuk memperbaharui database.

 

Data Movement

Data Movement
Proses data movement ini adalah memindahkan  data – data dari database yang berupa data, indeks, grand, schema, dan lain – lain ketempat baru. Tempat baru ini bisa kedalam database baru atau memang untuk dibackup saja.
Data movement terdiri dari 2 bagian yaitu :
  • Load & Upload [difokuskan untuk memindahkan data yang berupa indeks atau data itu sendiri alias isi dari database tersebut]
  • Export & Import [memindahkan data secara lengkap, mulai dari grand, schema, dan seluruhnya]
Load tersebut behubungan dengan import dan upload berhubungan dengan export
Load berfungsi untuk memasukan data / transaksi ke sebuah table. Dapat dikatakan juga insert, replace, atau update. Sedangkan upload berfungsi untuk membuat dari data table ke fisik / file. Kelemahan load adalah dalam prosesnya bisa saja terjadi data yang tidak berpindah secara sempurna.
Upload Parameter
  • Limit [membatasi beberapa record]
  • Sample [mencari sample yang telah ditentukan]
  • When [berdasarkan kondisi]
Dan pada upload, hanya satu parameter saja yang dapat berjalan alias tak bisa berjalan bersamaan apabila parameternya lebih dari 1.
Bulk Data Movement (Software Pendukung)
  • ETL [Extrat Transform Load], software yang focus terhadap data warehouse
  • Replication and Propagation, software yang memonitoring source database dan target, dan yang dihasilkan oleh software ini adalah pencatatatn log.
Perlu diperhatikan juga hak akses dalam load & unload, import & export minimal adalah akses select.
Distribution Database
Dalam distribution database terdapat 3 istilah yaitu :
  • Autonomi [idependent], untuk tabel umum akses yang diberikan berbeda dari setiap user.
  • Isolation [stand alone], untuk tabel khusus (privacy) itu terpisah dari user.
  • Transparancy [all user], akses tabel terpisah dari user tetapi user masih dapat mengaksesnya.
Karakteristik Distribution Database adalah :
1.Kumpulan data yang digunakan bersama secara logic tersebar pada sejumlah computer yang berbeda
2.Komputer yang dihubungkan menggunakan jaringan komunikasi.
3.Data pada masing-masing situs dapat menangani aplikasi-aplikasi local secara otonom.
4.Data pada masing situs di bawah kendali satu DBMS.
5.Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya satu aplikasi global.
Lawan dari database terdistribusi adalah database terpusat. Server yang terpusat memang diuntungkan dalam sisi maintenance sedangkan server terdistribusi lebih rumit dalam proses integrasinya.

Storage Management

Storage Management 

Oracle Instance

Oracle database selalu diasosiasikan dengan Oracle Instance. Saat database dijalankan pada database server, oracle mengalokasikan memory yang disebut System Global Area (SGA) dan menjalankan beberapa oracle background process. Kombinasi dari SGA dan Oracle processes disebut dengan Oracle Instance. Memory dan proses dari instance mengatur data dalam database secara efisien dan dapat melayani satu atau lebih user yang menggunakan basis data ini.

Memory Structure
Memory di Oracle digunakan untuk menyimpan:
  • Kode program yang akan dieksekusi
  • Informasi tentang session
  • Data yang akan dieksekusiInformasi yang di share dan dikomunikasi oleh proses yang lain. Misalnya locking information
  • Cache information

 

Dasar struktur memory yang berhubungan dengan oracle:
  • Software Code Area
  • System Global Area (SGA)
  • Program Global Area (PGA)
  • Sort area

 

Software Code Areas
Bagian dari memory yang digunakan untuk menyimpan kode program yang akan dieksekusi. Perintah/kode oracle disimpan di software code areas yang biasanya berada di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan program dari user. Ukuran software codes areas statis, berubah jika dilakukan installasi ulang atau update.
System Global Area (SGA)
Memory Structure dasar yang berhubungan dengan Oracle instance adalah :
• System Global Area (SGA) : di-share oleh semua server dan background process
• Program Global area (PGA) : Private untuk masing-masing server dan background process. Satu PGA untuk masing-masing proses.
System Global Area (SGA) merupakan memory area yang meliputi data dan control informasi untuk instance.
Program Global Area (PGA) adalah memory yang terdiri dari data dan control information untuk masing-masing proses server.
Space Management
Automatic Storage Management (ASM) yang dimiliki oleh Oracle 10g ini dapat meningkatkan kemampuan dalam memanajemen dan menkonsolidasikan antar data dalam basis data/ database.
Fungsi dari Automatic Storage Management (ASM)
Melakukan manajemen penyimpanan data pada storage dengan mendefinisikan storage berdasarkan grup-grup tertentu untuk mengurangi adanya redundansi data, khususnya ketika seorang DBA melakukan penyimpanan data.
Automatic Storage Management (ASM) menyediakan fungsionalitas sebagai berikut:
  • Mengatur kelompok disk, disebut disk group.
  • Mengelola disk redundansi dalam suatu disk group.
  • Menyediakan dekat-optimal I / O menyeimbangkan tanpa tuning manual.
  • Memungkinkan manajemen objek database tanpa menyebutkan mount point dan nama file.
  • Mendukung file ukuran besar.

 

Tablespace
Tablespace merupakan bagian dari arsitektur logic database Oracle (secara sekilas, struktur logik database Oracle adalah tablespace, segment, extent, dan block).
Terdapat 4 jenis Tablespace
System tablespace
Menyimpan informasi operasional dan menentukan atribute dari data yang disimpan seperti tipe data, besar maksimum dari sebuah column, pemilik data dan lain-lain.
SYSAUX tablespace
Sebagian besar dari tool yang digunakan untuk menjalankan aktifitas database menyimpan object dan informasi di dalam tablespace ini. Ketika database dibentuk, tablespace ini wajib dibuat.
Default temporary tablespace
Berguna untuk penampungan sementara dari hasil output resultset atau untuk mendukung aktifitas seperti sorting. Sangat berguna jika memory yang ada tidak cukup untuk menjalankan sebuah operasi.
Undo tablespace
Berguna untuk menyimpan row yang diubah namun belum dicommit atau diroll back.
Datafiles
Sebuah tablespace di database Oracle terdiri dari satu atau lebih datafiles fisik. Suatu datafile dapat dikaitkan dengan hanya satu tablespace dan hanya satu database.
Redo Logs
Redo Log File merupakan jenis berkas yang sangat penting. Berkas Redo Log File yang rusak kadang membuat database sama sekali tidak bisa dibuka. Redo Log Files ini pada umumnya memuat transaksi transaksi, namun dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Rollback Segment
Rollback segment dipakai untuk menyimpan data sebelum transaksi. Sehingga selama transaksi itu belum di commit, session lain masih dapat melihat data yang original. Hal ini untuk menjaga consistency.
Archive Logs
Archived log digunakan untuk recovery database. Bila kita me-restore dari hasil offline backup, maka data yang bisa diambil adalah data ketika offline backup dilakukan. Jadi, seandainya full backup dilakukan sebulan yang lalu, maka data yang bisa diselamatkan (diambil) adalah data sebulan yang lalu tersebut

BACKUP AND RECOVERY ORACLE DATABASE

BACKUP AND RECOVERY ORACLE DATABASE

DISASTER PLANNING

1. Disaster Recovery PlanningMerupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan dan membatasi kerugian akibat bencana pada proses bisnis yang penting. Bencana yang dimaksud bisa berupa banjir, kebakaran, gempa bumi, ataupun virus, kegagalan harddisk, serangan dari cracker, dan lain sebagainya. Tentunya bencana seperti ini sangat mengancam data atau informasi perusahaan atau perorangan.

2. Disaster Recovery Plan
Merupakan program yang tertulis dan telah disetujui, diimplementasikan, serta dievaluasi secara periodik, yang menfokuskan pada semua aksi yang perlu dilakukan sebelum, ketika, dan setelah bencana. Rencana ini disusun berdasarkan review secara menyeluruh terhadap bencana-bencana yang potensial, yang mencakup lingkup fasilitas, lokasi geografis, atau industri. Rencana ini juga merupakan pernyataan dari tanggapan yang tepat untuk proses pemulihan yang bersifat efektif terhadap biaya dan cepat. Oleh karena itu, rencana yang dibuat haruslah mengidentifikasi di mana, yang mana, dan bagaimana record-record dapat diperoleh.

  • Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyusun Disaster Recovery Plan :
Berikut adalah daftar hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan ketika membuat Information Disaster Recovery Plan sebuah perusahaan :
•Memastikan keamanan para pekerja dan pengunjung pada lokasi di mana mereka berada.
•Melindungi record dan informasi penting.
•Memastikan keamanan fasilitas dan lokasi-lokasi bisnis.
•Memastikan ketersediaan material, perlengkapan, dan peralatan
•Mengurangi risiko bencana yang diakibatkan oleh kesalahan manusia atau kegagalan peralatan yang digunakan.

•Data-data dan fasilitas penting lainnya telah ditata dengan baik sehingga memudahkan proses pemulihan ketika bencana alam terjadi.

  • Prasyarat Dalam Pembuatan Disaster Recovery Plan :
Prasyarat 1: Informasi dipandang sebagai Sumber Daya Perusahaan
Prasyarat 2: Asuransi Yang Cukup
Prasyarat 3: Program Record Yang Penting
Prasyarat 4: Jadwal Penyimpanan Record
Prasyarat 5: Sistem Klasifikasi dan Penggunaan Kembali Record
Prasyarat 6: Program Sekuritas Yang Cukup
.::. Back Up Database .::.

Backup mengacu pada pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data.

.::. Alasan Melakukan Back Up .::.
Melindungi database dari berbagai jenis kegagalan, antara lain :
•Statement failure.
•User error.
•Network failure

•Instance failure•Media failure
Jenis Backup

•Physical Back up

Untuk backup fisik (sering disebut sebagai backup sistem operasi) file data, redo log file dan file kontrol yang disimpan pada media backup seperti sistem penyimpanan tape.
•Logical Back up
Logical Backup adalah pembacaan sebuah set record database dan menulisnya di sebuah file. Yang merupakan logical backup adalah ekspor-impor database.
Jenis-jenis Recovery
1.User-Managed Recovery
 Complete Recovery
         Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan complete recovery diantaranya:
· Memastikan datafile yang digunakan untuk restore dalam keadaan offline
· Hanya merestore datafile yang rusak atau hilang
· Jangan merestore control file, redo log file, password file atau parameter file
· Recovery datafiles
Complete recovery memiliki beberapa kelebihan beberapa diantaranya adalah dengan complete recovery hanya diperlukan merestore file yang hilang, complete recovery melakukan recover semua data kembali menjadi seperti pada saat terjadi kegagalan, dan dengan complete recovery secara otomatis archive log file diterapkan. Complete recovery juga memiliki kekurangan yaitu untuk melakukan complete recovery harus memiliki semua archive log file sejak dari backup yang dikehendaki untuk di restore.
2.RMAN Recovery
1. Proses Restoration and Datafile Media Recovery dengan RMAN
• Restore file dari backup atau mengopy image dengan menggunakan perintah RMAN RESTORE
• Recover file dengan menggunakan perintah RMAN RECOVER
2. Menggunakan RMAN untuk recover database di mode ARCHIVELOG
rman target /
RMAN> STARTUP MOUNT
RMAN> RESTORE DATABASE;
RMAN> RECOVER DATABASE;
RMAN> ALTER DATABASE OPEN;
Contoh di atas, asumsinya adalah sebagai berikut :
a. Backup secara keseluruhan menggunakan RMAN dilakukan apabila tersedia di disk
b. Control file tidak rusak dan tidak perlu di restore
c. Semua datafile rusak atau hilang
3. Menggunakan RMAN untuk mengembalikan datafile ke lokasi yang baru. Langkah-langkahnya yaitu:
a. Mengunakan perintah SET NEWNAME untuk restore datafile ke lokasi yang baru.
Contohnya: SET NEWNAME FOR DATAFILE 1 to ‘//system01.dbf’;
b. Mengunakan perintah SWITCH untuk menyimpan perubahan pada control file.
Contoh: SWITCH DATAFILE ALL;
4. Menggunakan RMAN untuk recover tablespace
Dengan menggunakan perintah RMAN untuk restore dan recovertablespace sebagai berikut:
– RESTORE TABLESPACE
– RECOVER TABLESPACE
Contoh:
run{
sql “alter tablespace users offline immediate”;
restore tablespace users;
recover tablespace users;
sql “alter tablespace users online”;}
5. Menggunakan RMAN untuk relocate tablespace
• Menggunakan perintah SET NEWNAME untuk restore file.
• Menggunakan perintah SWITCH untuk record nama baru pada control file
Menggunakan perintah RECOVER TABLESPACE untuk recover datafiles pada tablespace.
(2) RMAN Incomplete Recovery
Langkah-langkah recovery incomplete database dengan menggunakan RMAN ialah sebagai berikut:
1. Mount database.
2. Alokasi multiple channel untuk paralelisasi.
3. Restore semua datafile.
4. Recover database dengan menggunakan using UNTIL TIME, UNTIL SEQUENCE, atau UNTIL SCN
5. Buka database dengan menggunakan RESETLOGS.
6. Lakukan backup untuk semua database.

Database Security & Application Performance

Database Security & Application Performance

  • Application Performance
Pengertian application performance adalah optimalisasi penggunaan sumber daya untuk meminimalkan pertentangan, memungkinkan beban kerja kemungkinan terbesar untuk diproses.
Perbandingan dua Data Base:
1. MySQL
Merupakan sebuah system manajemen database. Database adalah sekumpulan data yang terstruktur. Untuk menambah, mengakses dan memproses data yang tersimpan pada database komputer, kita membutuhkan manajemen database seperti MySQL.
MySQL merupakan database yang sangat cepat, dapat diandalkan dan mudah untuk digunakan. Jika hal itu yang anda cari maka anda harus mencobanya. Selain itu, source programnya pun dapat anda dapatkan secara gratis dan syntax-syntaxnya mudah untuk dipahami dan tidak rumit serta pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
+ Kelebihan My SQL:
1. Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti LINUX, Windows, MacOS dl.
2. Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.
3. Memiliki lebih banyak type data seperti : signed/unsigned integer yang memiliki panjang data sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte, FLOAT, DOUBLE, CHAR, VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP, YEAR, SET dan tipe ENUM.
4. Mendukung penuh terhadap kalimat SQL GROUP BY dan ORDER BY. Mendukung terhadap fungsi penuh ( COUNT ( ),COUNT (DISTINCT), AVG ( ), STD ( ), SUM ( ), MAX ( ) AND MIN ( ) ).
5. Mendukung terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan sintak ODBC.
6. Mendukung ODBC for Windows 95 (dengan source program). Semua fungsi ODBC 2.5 dan sebagainya. Sebagai contoh kita dapat menggunakan Access untuk connect ke MySQL server.
7. Menggunakn GNU automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk portabilitas.
8. Kita dapat menggabungkan beberapa table dari database yang berbeda dalam query yang sama.
9. Ditulis dengan menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler yang sangat jauh berbeda.
10. Privilege (hak) dan password sangat fleksibel dan aman serta mengujinkan ‘Host-Based’ Verifikasi.

+ Kekurangan My SQL :
Untuk koneksi ke bahasa pemrograman visual seperti vb, delphi, dan foxpro, mysql kurang support, karena koneksi ini menyebabkan field yang dibaca harus sesuai dengan koneksi dari program visual tersebut, dan ini yang menyebabkan mysql jarang dipakai dalam program visual.
Data yang ditangani belum begitu besar.
2. Oracle
Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan database oracle juga meyediakan yang gratisan versi home edition untuk sekedar yang ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. Untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. Oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix, windows, atau yang lainnya.
Untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. Untuk masalah perfomance oracle kebanyakan bermain di harddisk jadi kalau anda ingin menggunakan oracle anda harus menyediakan space harddisk yang cukup besar. Untuk backup oracle mempunyai extensi sendiri namanya file DMP.
Kelebihan Oracle :
1. Ketika kita mengakses database dan kemudian ada kejadian seperti listrik mati misalnya maka data yang sudah kita simpan tidak rusak/hilang.
2. Database Clusters, dengan menggunakan teknologi Real Application Clusters (RAC). Salah satu fungsi dari RAC adalah memberikan perlindungan terhadap kelangsungan data dalam perusahaan sehingga apabila terjadi crash pada salah satu server database, maka tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan karena teknologi RAC memungkinkan untuk membuat beberapa database server menjadi seolah-olah satu database server, sehingga apabila ada database server yang down, kinerja database server tersebut akan di-take over oleh server-server yang lain.
3. Row-Level Locking, fitur ini dapat melakukan lock tidak hanya pada table-level saha, akan tetapi dimungkinkan untuk melakukan lock lebih jauh lagi sampai pada row-level. Sehingga user-user dapat melakukan akses data dalam suatu tabel secara bersamaan, lebih cepat dan lebih akurat.
4. Data Partitioning, Oracle memungkinkan kita untuk melakukan partisi ke suatu tabel maupun indeks. Hal ini akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk dalam melakukan manajemen data.
5. Oracle OLAP (Integrated Online Analytical Processing), Oracle memiliki fungsi OLAP (yang sebelumnya hanya dapat kita temui pada OLAP database) yang terintegrasi dengan baik ke dalam relational database, sehingga kita tidak memerlukan database lain selain Oracle itu sendiri.
6. Virtual Private Database, fitur ini memberikan dan meningkatkan fleksibilitas jaminan security sampai pada row-level security. Hal ini akan membuat aplikasi kita menjadi semakin aman sewaktu kita melakukan transaksi melalui Internet.
7. Intelegent Self-Managing, untuk para DBA, fitur ini akan membuat proses database tuning dan database manajemen menjadi lebih mudah.
8. Flashback Query, fitur ini memungkinkan kita untuk melihat status data kita mundur beberapa waktu (flash back) sampai batas yang kita tentukan, sehingga apabila terjadi kesalahaan data pada waktu yang lalu, maka kita dapat melakukan koreksi tanpa harus melakukan database recovery.
9. Oracle Data Mining & Data Warehousing, fitur ini memberikan kemudahan bagi perusahaan yang ingin men-develop aplikasi Business Intellegent yang bertujuan untuk membantu eksekutif perusahaan dalam menentuksan strategi perusahaan berdasarkan analisis data yang di-generate oleh Oracle Data Mining.
  • Security Database.
Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan. Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap perusahaan/organisasi yang memiliki system database. Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data.
beberapa aspek petingnya keamanan data yatu :
  • Membatasi akses ke data dan service
  • Melakukan autentikasi pada pengguna
  • Dan mengawasi aktifitas – aktifitas yang mencurigakan

Selain itu yang perlu diterapkan adalah hak – hak yang khusus, yang nantinya dapat membatasi dan membantu dalam pengamanan. Seperti hal – hal ini yaitu lebih kepada pemilihan software apa saja yang memang mesti dipasang dalam komputer server, agar tidak terjadi crash atau penggunaan sumber daya yang tidak efektif. Perlu juga diperhatikan bahwa pembatasan pengaksesan ke user – user penting dalam database nanti dan pembatasan pemberian hak penuh kepada user – user. Selain itu pentingnya dalam penjagaan atau melindungi data dictionary juga termasuk fokus dari pengamanan.

Beberapa fitur tentang standar keamanan database seperti mengunci password akun, password expirantion and aging, password history, dan memberikan fungsi verifikasi password. Dari kesemuanya tersebut terlihat tujuannya adalah mengamankan kunci [password] agar keamanan standar dapat tercapai. Tidak kalan penting juga, fokus terhadap setiap aktifitas dari masing – masing user. Itu perlu diperhatikan karena memiliki kemungkinan yang buruk terhadap keamanan database.

APPLICATION PERFORMANCE AND DATABASE SECURITY

  • Application Performance
  1. Pengertian

Optimalisasi penggunaan sumber daya untuk meminimalkan pertentangan, memungkinkan beban kerja kemungkinan terbesar untuk diproses.

  1. Perbandingan Antara Dua Database :
    a. My SQL
    Merupakan sebuah system manajemen database. Database adalah sekumpulan

   data yang terstruktur. Untuk menambah, mengakses dan memproses data yang

tersimpan pada database komputer, kita membutuhkan manajemen database seperti

MySQL.

MySQL merupakan database yang sangat cepat, dapat diandalkan dan mudah                      untuk digunakan. Jika hal itu yang anda cari maka anda harus mencobanya. Selain itu,                    source  programnya pun dapat anda dapatkan secara gratis dan syntax-syntaxnya mudah         untuk dipahami dan tidak rumit  serta pengaksesan database dapat dilakukan dengan                         mudah  dan cepat.

v  Kelebihan My SQL:

1.  Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti LINUX, Windows,                               MacOS dl.

2. Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.

3. Memiliki lebih banyak type data seperti : signed/unsigned integer yang                                         memiliki panjang data sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte, FLOAT, DOUBLE, CHAR,                                  VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP,                                        YEAR, SET dan tipe ENUM.

4. Mendukung penuh terhadap kalimat SQL GROUP BY dan ORDER BY.                                      Mendukung terhadap fungsi penuh ( COUNT ( ),COUNT (DISTINCT), AVG (                     ), STD ( ), SUM ( ), MAX ( ) AND MIN ( ) ).

5. Mendukung terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan sintak                                 ODBC.

6. Mendukung ODBC for Windows 95 (dengan source program). Semua fungsi                                ODBC 2.5 dan sebagainya. Sebagai contoh kita dapat menggunakan Access                                     untuk connect ke MySQL server.

7. Menggunakn GNU automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk portabilitas.

8. Kita dapat menggabungkan beberapa table dari database yang berbeda dalam                                 query yang sama.

9. Ditulis dengan menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler yang                                      sangat jauh berbeda.

10. Privilege (hak) dan password sangat fleksibel dan aman serta mengujinkan                                      ‘Host-Based’ Verifikasi.

v  Kekurangan My SQL :

Untuk koneksi ke bahasa pemrograman visual seperti vb, delphi, dan                                   foxpro, mysql kurang support, karena koneksi ini menyebabkan field yang dibaca                          harus sesuai dengan koneksi dari program visual tersebut, dan ini yang                                        menyebabkan mysql jarang dipakai dalam program visual.

Data yang ditangani belum begitu besar.

b. Oracle

            Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan      database oracle juga meyediakan yang gratisan versi home edition untuk sekedar yang ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. Untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. Oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix, windows, atau yang lainnya.

Untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. Untuk masalah perfomance      oracle kebanyakan bermain di harddisk jadi kalau anda ingin menggunakan oracle anda           harus menyediakan space harddisk yang cukup besar. Untuk backup oracle mempunyai          extensi sendiri namanya file DMP.

v  Kelebihan Oracle :

1. Ketika kita mengakses database dan kemudian ada kejadian seperti listrik mati                              misalnya maka data yang sudah kita simpan tidak rusak/hilang.

2. Database Clusters, dengan menggunakan teknologi Real Application Clusters                                (RAC). Salah satu fungsi dari RAC adalah memberikan perlindungan terhadap                                 kelangsungan data dalam perusahaan sehingga apabila terjadi crash pada salah                                 satu server database, maka tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Hal                             ini disebabkan karena teknologi RAC memungkinkan untuk membuat beberapa                                   database server menjadi seolah-olah satu database server, sehingga apabila ada                                 database server yang down, kinerja database server tersebut akan di-take over                                oleh server-server yang lain.

3. Row-Level Locking, fitur ini dapat melakukan lock tidak hanya pada table-                                    level saha, akan tetapi dimungkinkan untuk melakukan lock lebih jauh lagi                              sampai pada row-level. Sehingga user-user dapat melakukan akses data dalam                                      suatu tabel secara bersamaan, lebih cepat dan lebih akurat.

4. Data Partitioning, Oracle memungkinkan kita untuk melakukan partisi ke suatu                               tabel maupun indeks. Hal ini akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk                                   dalam melakukan manajemen data.

5. Oracle OLAP (Integrated Online Analytical Processing), Oracle memiliki                                        fungsi OLAP (yang sebelumnya hanya dapat kita temui pada OLAP database)                                  yang terintegrasi dengan baik ke dalam relational database, sehingga kita tidak                                      memerlukan database lain selain Oracle itu sendiri.

6. Virtual Private Database, fitur ini memberikan dan meningkatkan fleksibilitas                                 jaminan security sampai pada row-level security. Hal ini akan membuat                                              aplikasi kita menjadi semakin aman sewaktu kita melakukan transaksi melalui                                Internet.

7. Intelegent Self-Managing, untuk para DBA, fitur ini akan membuat proses                                     database tuning dan database manajemen menjadi lebih mudah.

8. Flashback Query, fitur ini memungkinkan kita untuk melihat status data kita                                   mundur beberapa waktu (flash back) sampai batas yang kita tentukan, sehingga                                  apabila terjadi kesalahaan data pada waktu yang lalu, maka kita dapat                                                melakukan koreksi tanpa harus melakukan database recovery.

9. Oracle Data Mining & Data Warehousing, fitur ini memberikan kemudahan                                    bagi perusahaan yang ingin men-develop aplikasi Business Intellegent yang                                        bertujuan untuk membantu eksekutif perusahaan dalam menentuksan strategi                                       perusahaan berdasarkan analisis data yang di-generate oleh Oracle Data                                                 Mining.

  • Security Database

Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan. Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap perusahaan/organisasi yang memiliki system database. Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data.

Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system database.

 

Data Avaibility dan Performance Management

Data Avaibility dan Performance Management

Data Avaibility
Definisi : Ketersediaan data pada database yang diakses oleh semua user dan dapat diperoleh setiap saat ketika dibutuhkan.
Empat Komponen Data Avaibility :
• Manageabilit : kemampuan untukmembuat dan memelihara lingkungan yang efektif yang memberikan layanan kepada pengguna
• Recoverability : kemampuan untuk membangun kembali layanan jika mengalami kesalahan atau kegagalan komponen
• Reliability : kemampuan untuk memberikan pelayanan pada tingkat tertentu untuk jangka waktu lain
• Serviceability : kemampuan untuk menentukan adanya masalah, diagnosamasalah, dan memperbaiki masalah
Data Avaibility dipengaruhi oleh :

  • Bentuk Relasi tabel data
  • Hak akses user
  • Tersedia bandwidth antara perangkat dan koneksi jaringan media
  • Mekanisme untuk ketersediaan tinggi dan keamanan mereka sendiri dan aksesibilitas
  • Prioritas dan jenis data yang akan dibuat tersedia
  • Pemulihan peran dan tanggung jawab
  • Jenis file system dan tingkat akses
  • Jenis penyimpanan / pengambilan perangkat atau media termasuk hardware dan software
  • Service Level Perjanjian antara entitas yang bertanggung jawab dan dipengaruhi
  • Pengolahan overhead dari mekanisme yang terkena dampak
  • Disaster Recovery

Performance Management
Definisi : Kemampuan dalam menanggapi kinerja sebuah aplikasi, server, jaringan, dekstop, maupun database itu sendiri.
– Mengoptimalkan sumber daya untuk meningkatkan kemampuan melewatkan data, memperkecil terjadinya crash dalam suatu proses serta menangani beban.
Lima faktor yang mempengaruhi Kinerja Database :
(1) Workload (Beban Kerja). Biasanya seperti transaksi online, banyak proses yang menumpuk yang sedang berjalan, ad hoc query, analisis data warehouse, dan sistem command yang datang beberapa kali.
(2) Throughput. Throughput merupakan kemampuan sebuah computer dalam memproses data.
(3) Resources (Sumber Daya). Ex. Software and Hardware
(4) Optimization (Optimasi). Optimasi database, memformula query dls.
(5) Contention (Kres).

Database Change Management

Database Change Management

Database Change Management adalah proses menentukan apa yang harus dilakukan perubahan ke database, menentukan perubahan tersebut, untuk mengevaluasi dampak dari perubahan dan kemudian mengubah penyebaran mereka. Perubahan pada skema database mungkin diperlukan untuk beberapa alasan, termasuk persyaratan bisnis baru, merger, perubahan undang-undang dan meminta perubahan lingkungan. Skema perubahan mungkin melibatkan perubahan pada dua objek database logis (misalnya, tabel, kolom, kunci primer dan kendala) dan objek database fisik (misalnya, database, ruang meja, kolam buffer dan indeks). Mengubah objek database, terlepas dari jenis, sering kali tidak operasi sepele. Perubahan sering berdampak pada objek tergantung dan kadang-kadang data yang mendasarinya. Proses analisis dan memelihara ketergantungan secara tradisional memakan waktu dan rawan kesalahan.
Typical database environment

Dengan paket standar pelayanan dan diperpanjang,  lingkungan database dibagi minimal 3: pengembangan, QA (quality assurance) dan produksi. Satu atau lebih skema / database dapat digunakan dalam 3 lingkungan database diberikan tanpa biaya tambahan yang disediakan aplikasi tersebut tetap dalam ruang parameter pengalokasian dan penggunaan CPU, memori dan I / O. Jika perlu, dapat dimasukkan contoh database tambahan (pelatihan, prototipe) dalam paket biaya tambahan.

DataBase Management System

DBMS (DataBase Management System)

DBMS adalah sekumpulan program komputer yang mengendalikan pembuatan, perawatan, dan penggunaan sebuah organisasi database dengan menggunakan komputer sebagai platform. DBMS memungkinkan pengembangan database oleh seorang yang disebut sebagai database administrators (DBAs) dan specialis lainnya.

DBMS adalah sebuah paket software sistem yang membantu pengelolaan koleksi record data dan file terintegrasi yang disebut sebagai database. DBMS memungkinkan pengguna program aplikasi yang berbeda untuk dengan mudah mengakses database yang sama. DBMS menggunakan berbagai macam model database, seperti network model atau relational model. Dalam sistem yang besar, DBMS bisa digunakan user dan software lain untuk menyimpan dan mengambil data dalam sebuah cara yang terstruktur. Pengguna bisa meminta informasi dengan pertanyaan sederhana dalam sebuah bahasa query, daripada menggunakan program untuk mengekstrak informasi. Oleh karenanya, banyak paket DBMS menyediakan Bahasa Pemrograman Generasi Keempat (Fourth-generation programming language – 4GLs) dan fitur pengembangan aplikasi lain. DBMS membantu menentukan organisasi logis, akses dan penggunaan informasi dalam sebuah database. DBMS menyediakan fasilitas untuk pengendalian akses data, menjaga integritas data, mengelola concurrency terkontrol, dan memulihkan database.

Sistem manajemen database (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu database dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya.

DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menyimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File password pada umumnya hanya digunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang.

Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :

1. Performance yang didapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori

2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redundansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.

3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.

4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.

5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

INSTALASI ORACLE 10g
1. Masukkan CD instalasi dulu. Setelah CD instalasi Oracle 10g dimasukkan akan muncul default tampilan sbb:

2. Selanjutnya muncul form untuk memilih metode install. Pilih Basic Installation. Beri tanda pada Create Starter Database (additional 720MB) dan masukkan password yang diinginkan.

3. Tunggu beberapa saat, system mempersiapkan proses penginstallan dengan mengecek segala yang dibutuhkan.

4. Selanjutnya akan muncul form mengenai system requirement dari komputer yang akan diinstall. Jika komputer tersebut memiliki spesifikasi yang kurang dari minimum requirement maka akan muncul peringatan.
Minimum requirement Oracle 10g :
Hardware :
– RAM minimum 256 MB, direkomendasikan menggunakan 512 MB
– Virtual memory dua kali besar RAM
– Free space pada harddisk jika menggunakan Basic Installation 2,04 GB, Advanced Installation 1.94 GB
– VGA 256 colors
– Processor minimum 550 Mhz

5. System akan memproses semua data yang dimasukkan. Selanjutnya akan muncul form kesimpulan tentang data dari Oracle 10g yang diinstall. Jika ingin menginstall klik install.

6. Sedang dilakukan proses penginstallan Oracle 10g, tunggu beberapa saat

7. Setelah proses selesai klik next.Akan muncul form tentang konfigurasi database

8. Instalasi Oracle 10g berhasil, klik exit

9. Otomatis akan masuk pada browser berikut :

10. Muncul halaman tentang informasi lisensi database Oracle10g. Klik I Agree pada bagian bawah halaman.

11. Oracle 10g siap digunakan. Buka browser dengan alamat

http://localhost:5560/isqlplus